Sadarilah 5 Gejala Kurang Tidur Ini Sebelum Terlambat!

tisubodas
By -
0

Kualitas istirahat di malam hari adalah elemen vital untuk menjaga kesejahteraan umum. Saat kita tertidur, tubuh melakukan peremajaan pada sel-sel yang terluka, merombak struktur tulang dan otot, serta meningkatkan ketahanan imunitas.

Di samping itu, tidur membantu menghilangkan racun dari otak serta memperbaiki kemampuan kognitif dan fokus. Akan tetapi, pada zaman serba digital seperti sekarang, mendapatkan istirahat yang baik kelihatannya menjadi tantangan bagi sebagian orang.

Layarnya terus-menerus dalam jangka panjang dapat menggangu rutinitas tidur dan membuatnya sulit untuk memperoleh istirahat malam yang cukup. Berdasarkan informasi dari English Jagran, di bawah ini adalah kelima gejala umum yang bisa membantu Anda menyadari jika Anda sedang kekurangan tidur.

  1. Kelelahan

Kehilangan stamina secara berkelanjutan adalah indikator bahwa seseorang mungkin tidak mendapatkan cukup istirahat dan hal ini harus diatasi. Kekelahan bisa terlihat dari tingkat energi, motivasi, serta fokus yang rendah.

Gejala-gejalanya mencakup mata serta kaki yang letih, bahu tegang, dan perasaan tak nyaman. Meski sudah istirahat, keletihan persisten bisa menunjukkan adanya gangguan pada mutu tidur Anda.

  1. Jerawat

Walaupun pola makan dan kebiasaan merawat kulit telah terjaga dengan baik, jerawat masih saja timbul akibat gangguan pada siklus tidur. Kekurangan istirahat bisa menimbulkan ketidakseimbangan hormonal sehingga membuat jerawat bermunculan. Tidak masalah seberapa hati-hati kamu dalam menjalani diet, olahraga, ataupun penerapan tata cara perawatan wajah, jika kurang tidur maka kemungkinan besar akan ada potensi untuk berkembangnya jerawat.

  1. Perubahan suasana hati

Istirahat yang cukup memiliki dampak besar pada mood serta stabilitas emosi seseorang. Kekurangan tidur bisa mengarah kepada pergantian mood, ketidakmampuan menahan diri dari kemarahan, dan peningkatan sensitivitas terhadap hal-hal emosional. Jika tidak mendapatkan cukup waktu untuk beristirahat, orang tersebut mungkin akan cepat merasa frustriert, khawatir, ataupun murung hingga aktivitas biasa pun jadi susah ditangani dengan baik.

  1. Sistem kekebalan tubuh lemah

Kurang tidur bisa mengecilkan daya tahan tubuh sehingga memudahkan Anda terserang penyakit semacam flu, batuk, atau infeksi lainnya. Kekurangan istirahat secara rutin mampu meredupkan produksi sitokin—protein kuat untuk membela diri dari serangan kuman sementara itu meningkatkan risiko Anda jadi mudah sakit.

  1. Fluktuasi berat badan

Kekurangan tidur dapat mengacaukan selera makan serta proses metabolisme, sehingga menimbulkan perubahan tak terduga pada berat badan.

Sebagian orang merasakan dorongan lebih besar terhadap asupan makanan tak sehat, di saat yang bersamaan ada juga yang kehilangan selera sepenuhnya. Ketidakteraturan hormonal tersebut bisa menyebabkan bertambah atau berkurangnya bobot tubuh. (JPC)

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)