- Xiaomi telah secara resmi memperkenalkan seri terbaru dari Redmi Note 14 Series yang bernama Redmi Note 14S di beberapa negara di Benua Eropa minggu ini.
Secara sekilas, perangkat itu dapat disebut sebagai "saudari kembar" dari Redmi Note 13 versi standar. Karena, desain kameranya di bagian belakang kedua ponsel ini mirip, yakni memiliki modul kamera berbentuk persegi yang menampung tiga lensa didalamnya.
Tiga kameranya memiliki resolusi masing-masing sebesar 200 MP (f/1.7), 8 MP (f/2.2 untuk sudut lebar ekstra), serta 2 MP (f/2.4 untuk makro). Sementara itu, di bagian depan ada juga satu kamera selfie dengan kekuatan 16 MP (f/2.4) yang tertanam pada desain berlubang. punch hole di tengah atas layar.
Jadi, meskipun tampilannya seperti Redmi Note 13, spek dari Redmi Note 14S sebenarnya lebih dekat dengan Redmi Note 13 Pro 4G. Yang membedakan hanya sistem operasinya saja yang sudah ditingkatkan menjadi Android 15.
Pada aspek layar, ponsel ini mengusung panel AMOLED berukuran 6,67 inci dengan resolusi Full HD Plus.
Layar ini telah menyokong kecepatan-refresh 120 Hz dan memiliki fitur sensor fingerprint di dalam layar. (in-display fingerprint scanner) , dilapisi dengan kaca perlindungan Gorilla Glass 5, serta mencapai terang layar tertinggi hingga 1.300 nits.
Dari segi kinerja, Redmi Note 14S dipacu oleh chipset MediaTek Helio G99 Ultra. Chipset Ini digabungkan dengan RAM 8 serta ruang penyimpanan. (storage) dengan kapasitas 256 GB.
Bagi baterainya, Redmi Note 14S dilengkapi dengan sel bertenaga besar yang memiliki kapasitas mencapai 5.000 mAh serta telah didukung teknologi pengisian daya cepat. (fast charging) berdaya 67 watt .
Sistem operasi pada perangkat ini berbeda dari Redmi Note 13 Pro 4G; ia menggunakan Android 15 yang telah dioptimalkan dengan tampilan pengguna terkini dari Xiaomi bernama HyperOS.
Di pasaran Eropa, Redmi Note 14S tersedia dalam pilihan warna Biru, Ungu, serta Hitam. Perangkat tersebut dibanderol dengan harga 240 euro yang setara dengan kira-kira Rp 4,2 juta, seperti dikumpulkan KompasTekno dari GSMArena, Minggu (16/3/2025).
belum ada detail mengenai penjualan ponsel tersebut di Indonesia. Bila nanti tersedia, harga lokal mungkin akan lebih rendah dibandingkan dengan harga di Eropa karena tarif pajak di tempat itu umumnya lebih tinggi daripada di Indonesia.