, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto pernah menyatakan menerima ancaman dalam bentuk penurunan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) sebab mengimplementasikan program Makanan Sehat Tanpa Biaya.
Prabowo menyampaikan hal tersebut ketika hadir dalam acara Tanwir dan Peringatan Ke-112 Hari Lahirnya Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Kupang, Nusa Tenggara Timur pada hari Rabu, 4 Desember 2024.
Prabowo menyatakan bahwa dia pernah diolok-olok dan dicemooh ketika berencana memberikan makanan secara cuma-cuma bagi anak-anak di Indonesia.
"Pada awalnya, mereka mencemoohku, aku menyadarinya bahwa mereka menakut-nakutiiku dan juga memintaku untuk takut. Mereka berkata nantinya nilai saham serta indeks saham akan anjlok. Pada beberapa hari pertama sejak peluncuran ide tentang penerapan pola makan yang bernutrisi ini," jelas Prabowo.
Akan tetapi, Prabowo tidak menganggap itu menjadi masalah. Justru, ia kelihatan sangat cuek bila IHSG berlanjut anjlok sebab dia sama sekali tak memiliki satupun saham.
Ia mengatakan, 'Saya tak memiliki saham dan penduduk di kampung juga tidak memiliki saham. Jika sahamnya jauh, yang terpengaruh adalah para pedagang bursa.'
Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG jatuh 5,02% hingga mencapai angka 5.146 pada tanggal 18 Maret 2024. Perdagangan bahkan sempat ditangguhkan (trading halt) selama 30 menit karena penurunan melebihi 5%, dan akhirnya tutup dengan koreksi -6,11% di posisi 6.076 saat sesi berakhir.
Kecretaris Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia, Kautsar Primadi Nurahmad, mengungkapkan hal itu lewat pernyataan tertulis.
Kami ingin memberitahukan bahwa pada hari ini, Selasa, 18 Maret 2025, telah dilakukan penghentian sementara perdagangan dalam sistem perdagangan milik PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Hal tersebut terjadi tepatnya pada jam 11:19:31 WIB melalui platform trading JATS karena indeks gabungan harga saham IHSG turun sebesar 5%. Ini disampaikan oleh Kautsar.
Pemberhentian perdagangan merupakan suatu tindakan yang diambil oleh bursa untuk menangguhkan aktivitas jual beli saham selama periode tertentu. Tindakan tersebut dapat dipicu oleh berbagai alasan seperti penyesuaian kondisi pasar yang tak proporsional, pembenaran masalah teknikal, atau adanya lonjakan indeks yang sangat pesat. Langkah ini diterapkan oleh bursa dengan tujuan utama melindungi para investor dari kemungkinan kerugian disebabkan volatilitas harga yang drastis.
Aisha Aidra ikut berpartisipasi dalam penyusunan artikel ini.