Timnas Malaysia Berganti Gaya, Pemain Lokal: Dari Andalan menjadi Tantangan!

tisubodas
By -
0

Tersembunyi di balik keberhasilan Tim Nasional Malaysia mengalahkan Nepal pada babak ketiga Kualifikasi Piala Asia 2027, terdengar suara para pemain lokal yang merana.

Tim nasional Malaysia berhasil mendapatkan kemenangan pada pertandingan perdana Grup F babak ketiga Kualifikasi Piala Asia 2027 melawan Nepal.

Pertandingan yang berlangsung di Stadion Sultan Ibrahim, Johor, tim Harimau Malaya yang dilatih oleh Peter Cklamovski berhasil memenangkan laga dengan skor 2-0.

Malaysia memimpin permainan di menit ke-29 melalui Hector Hevel yang merupakan pemain keturunan baru, kemudian angka itu dilipatgandakan oleh Corbin-Ong di menit ke-70.

Pertandingan ini menandai permulaan era baru bagi Tim Nasional Malaysia yang diperkenalkannya sang pelatih terbaru beserta beberapa pemain berketurunan baru.

Peter Cklamovski diprediksi dapat mengantarkan Tim Nasional Malaysia untuk memperlihatkan permainan sepak bola ala Eropa.

Didukung oleh susunan tim yang telah menyambut kehadiran pemain berketurunan baru, yakni Hector Hevel, di antaranya.

Dalam pertandingan menghadapi Nepal, Cklamovski memasukkan delapan pemain yang merupakan hasil naturalisasi atau keturunan, sedangkan tujuh lainnya berasal dari tim lokal.

Tiga pemain lokal yang bermain sebagai starting lineup termasuk Syihan Hazmi (penjaga gawang), Sharul Saad, dan Arif Aiman Hanapi.

Ternyata peristiwa tersebut memicu ketidakpuasan, seorang pemain lokal menganggap dirinya terpinggirkan dari tim, meskipun dahulu sering menjadi pilhan utama.

Fakta tersebut disampaikan oleh Faisal Halim, pemain utama Selangor FC yang juga merupakan korban serangan dengan air keras oleh seseorang tidak dikenal.

Pada laga kontra Nepal, Faisal Halim dimasukkan sebagai substitusi pada menit kelima puluh empat ketika Dion Cools digantikannya.

Faisal Halim menyatakan bahwa situasi di Timnas Malaysia kini sangatlah berbeda dibanding masa lalu.

Pada saat ini, dia perlu bekerja sangat ekstra agar dapat menjadi pilihan utama dan tampil sebagaimana mestinya.

" Ini benar-benar berbeda dan tak sama dengan yang dulu," ujar Faisal Halim.

Sekarang sebelumnya, saya merupakan pemain utama yang sering dipilih, dan saya dapat bertanding dengan biasa saja.

Kini aku perlu berusaha ekstra agar bisa mencapai irama kerja optimalku lagi.

"Perasaannya berbeda sekali," imbuhnya.

Sesungguhnya, formasi tim yang melibatkan banyak pemain naturalisasi ini telah menjadi hal umum dalam skuad Malaysia.

Sejak Piala Asia 2023, tim nasional sepak bola Malaysia telah menarik perhatian berbagai kalangan dalam kancah olahraga internasional gara-gara susunan skuad mereka.

Pada waktu itu tidak ada keluhan dari para pemain lokal, tetapi sekarang terdapat seorang pemain yang mulai menyuarakan pendapat dengan keras.

Walaupun bukan sepenuhnya apa yang diungkapkan Faisal Halim tentang pemain naturalisasi, pertimbangkanlah situasinya yang sedang dalam tahap penyembuhan.

Serangan kuat dari arah udara yang menyerangnya menyebabkan Faisal Halim harus berusaha ekstra untuk memulihkan diri dan kembali bergabung dengan tim nasional.

Terakhir kali dia memakai pakaian seragam Harimau Malaya adalah tanggal 26 Maret 2024 ketika bermain melawan Oman dalam babak kedua kualifikasi Piala Dunia 2026.

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)