Riwayat Muhammad Farhan: Wali Kota Bandung dari Bogor yang Dilantik oleh Prabowo

tisubodas
By -
0

Berikut adalah riwayat hidup Muhammad Farhan, Walikota Terpilih Bandung yang diangkat oleh Prabowo Subianto.

Berdasarkan penghitungan resmi dari Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia, pasangan Muhammad Farhan - Erwin berhasil meraih kemenangan dalam pemilu tahun 2024 setelah menerima total suara sebanyak 523.000 lembar.

Berdasarkan informasi dari beberapa referensi, berikut adalah catatan perjalanan hidup Muhammad Farhan.

Riwayat Dadang Supriatna Bupati Bandung yang Diinstalasi Prabowo, Pernyaan Sudah Menjadi Ketua Desa Sebanyak Dua Kali

Masyarakat di Kota Bandung, Jawa Barat mungkin telah mengenal sosok Muhammad Farhan.

Sebelum memasuki bidang politik, Muhammad Farhan sebenarnya adalah seorang aktor, pembawa acara, serta pengisi suara di radio.

Jabatan awal yang diraih Muhammad Farhan di dunia politik adalah menjadi anggota DPR RI untuk masa bakti 2019-2024.

Muhammad Farhan ternyata sukses menggalang dukungan dari pengikutnya sampai Pemilihan Kepala Daerah tahun 2024.

Akan tetapi, petualangan Muhammad Farhan untuk dapat menjabat sebagai Wali Kota Bandung pasti tidak akan mudah atau singkat.

Kehidupan Pribadi

Mohammad Farhan dilahirkan di Bogor, Jawa Barat pada tanggal 25 Februari 1970.

Dia adalah putra atau putri dari Yazid Hamzah dan Nani Rubiyani.

Farhan sudah menikah dengan Aya Benarto.

Diberkahi dengan dua putra bernama Muhammad Ridzky Khalid dan Muhammad Bisma Wibisana.

Namun, anak laki-lakinya yang pertama, Farhan, sudah meninggal karena menderita leukimia, sebuah jenis kanker darah, pada tanggal 20 Desember 2015.

Pendidikan

Dikutip dari www.bandungutama.id Muhammad Farhan menempuh pendidikan di Bina Budaya, Bandung, Jawa Barat.

Di tahun 1982, Farhan meneruskan pendidikannya ke Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 Bandung.

Selanjutnya, laki-laki yang berumur 54 tahun meneruskan studinya di SMA Negeri 3 Bandung pada tahun 1985.

Setelah keluar dari sekolah, Farhan melanjutkan studinya di Fakultas Ekonomi Universitas Padjadjaran.

Belum selesai di sana, Farhan memperoleh beasiswa untuk mengikuti program master di MIT Sloan School Cambridge serta Harvard Business School.

1982 Lulus dari Pusat Pelatihan Kebudayaan, Bandung

1985 Menyelesaikan pendidikan di SMPN 3, Bandung

1988 Menyelesaikan pendidikannya di SMA Negeri 3, Bandung

1995 Graduate from Universitas Padjajaran Spesialisasi Ekonomi

2011 Scholarship United In Diversity – MIT Sloan School Cambridge, MA

2012 Scholarship YCAB dari Harvard Business School Cambridge, MA

Karier

Setelah menyelesaikan studinya, Muhammad Farhan memulai karirnya di industri penyiaran sebagai pengisi suara untuk Radio Hard Rock FM.

Dia kemudian berpindah sebagai pengisi acara TV.

Nama besarnya kian melambung dan dia pun diminta mengisi beberapa program di beragam saluran TV.

Ternyata, Farhan juga memiliki sebuah program talk show di TV dengan nama 'Om Farhan'.

Ayah dari dua orang anak tersebut kemudian dipilih menjadi Direktur Pemasaran dan Komunikasi di PT Persib Bandung Bermartabat, saat Persib Bandung mengalami perubahan untuk menjadi klub sepak bola profesional yang tak lagi memerlukan dana dari APBD pada periode 2009 hingga 2015.

Farhan pun dipilih sebagai Direktur Utama di Radio Bobotoh 96,4 FM.

Berkat keahliannya dalam dunia siaran, dia sukses memperoleh 2 penghargaan Gobel Panasonic Award sebagai penyiar tersohor.

Farhan dikenal bukan hanya sebagai penyiar, tetapi juga pernah berkarier sebagai aktor film.

Beberapa film yang sudah dia bintangi termasuk Jakarta Undercover, Dilan 1990, Dilan 1991, Trinity Traveler, Milea: Suara dari Dilan, serta beberapa judul lainnya.

Farhan pernah menjadi duta masyarakat Indonesia untuk tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) saat menghadiri sidang ECOSOC di kantor pusat PBB di New York pada tahun 2016.

Dari situ dia pun mulai merambah dunia politik.

Dalam Pemilu Legislatif tahun 2019, Farhan mendaftar sebagai calon anggota DPR RI untuk fraksi Partai NasDEM di dapil Jawa Barat I.

Dia berhasil berjalan menuju Senayan dengan mendapatkan 52.033 suara.

Bukan cuma menjadi bagian dari dewan, Farhan pun dipilih sebagai Ketua Dewan Penasehat DPW NasDEM Jawa Barat.

Dalam pemilihan kepala daerah tahun 2024, Farhan mendaftar sebagai calon Wali Kota Bandung yang akan didampingi oleh Erwin dalam posisi sebagai calon wakilnya.

Acara televisi

Trik Kamera (RCTI)

Pesta (Indosiar)

Detak Detik (SCTV)

Bantal (RCTI)

Selimut (Trans TV)

The Price is Right (Trans TV)

Tebak Harga (Trans TV)

Lepas Malam (Trans TV)

Om Farhan (antv)

Selamat Pagi di Akhir Pekan (Trans TV)

Password Jutawan (Global TV)

Ini Talkshow (NET.)

Nite Time (Metro TV)

Sarwo Sarwi Pedalangan (TVRI)

Tebak Harga (Trans TV)

Filmografi

Jakarta Undercover (2007)

Crush (2014)

Pernikahan & Bebek Betutu (2015)

Trinity, Sang Pelancong Tanpa Rupa (2017)

Dilan 1990 (2018)

Kesempatan Keduda (2018)

Dilan 1991 (2019)

Susi Susanti: Cinta Untuk Semua (2019)

Trinity Traveler (2019)

Milea: Suara dari Dilan (2020)

Film Glenn Fredly (2024)

Program 100 Hari Pertama

Pasangan calon wali kota dan wakil wali kotanya, Muhammad Farhan-Erwin, berencana untuk merealisasikan dua program dari janji kampanyenya dalam 100 hari pertama mereka bekerja di Kota Bandung.

Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh KPU Kota Bandung, pasangan Farhan-Erwin menduduki peringkat teratas dengan jumlah suara tertinggi. Mereka sebagai pasangan nomor urut tiga berhasil meraih 523 ribu suara.

Paslon dengan nomor urut 1 yang terdiri dari Danden Riza Wardana-Arif Wijaya memperoleh dukungan sebanyak 83.489 suara, sedangkan pasangan bernomor urut 2 yakni Haru Suandharu-Ridwan Dhani Wirianata menerima total suara mencapai 427.448. Di sisi lain, Paslon bernomor urut 4 yaitu Arfi Rafnialdi-Yena Iskandar Ma'soem berhasil mengumpulkan jumlah suara senilai 137.672.

Farhan menyebutkan bahwa ada dua janji kampanye yang akan direalisasikan dalam 100 hari pertamanya bekerja, yaitu menangani permasalahan limbah serta meningkatkan sistem transportasi di Kota Bandung.

Farhan menekankan bahwa mereka akan mengkhususkan diri pada program-program yang merupakan realisasi dari visi kampanye, serta bidang sampah dan transportasi ketika dia berbicara kepada media di Jl. Cilaki, Bandung, pada hari Jumat, 6 Desember 2024.

Farhan mengatakan, berdasarkan masukan yang diterima dari pemerintah provinsi dan pemerintah pusat, khususnya Kementerian Lingkungan Hidup, sampah di Bandung Raya ini akan menjadi prioritas nasional.

Menteri Lingkungan Hidup secara detail menekankan tentang pengecekan cepat proyek Legok Nangka serta pemotongan jumlah kunjungan sampah menuju area TPA Sarimukti di wilayah Bandung Raya, hal ini sangat krusial," ungkap Farhan.

Kepala daerah ditugaskan untuk melakukan pendidikan tentang pembuangan sampah dengan benar kepada masyarakat, terutama keluarga di rumah mereka, sebut Farhan. Di samping itu, juga diperlukan penekanan dalam mendidik para petugas pengumpul sampah mengenai hal tersebut.

"Demikianlah tanggung jawab pemkot. Sedangkan untuk hal lainnya, kami perlu berkoordinasi dengan satuan tugas sampah provinsi serta Kementerian Lingkungan," jelasnya.

Menurutnya, masalah transportasi akan dijadikan prioritas selama 100 hari awal pemerintahan karena telah tersedia beragam program yang dapat menawarkan solusi untuk mendasari implementasi sistem transportasi publik yang lebih efektif.

Menurutnya, mengenai sistem transportasi di Kota Bandung telah tersedia Trans Metro Pasundan (TMP). Kendaraan ini sukses dalam memberikan pendidikan bagi para sopir angkutan umum serta untuk para penumpang.

"Saksi langsung kita lihat, semua supir bus TMP tersebut dilarang untuk menghentikan dengan sembarang. Jadwal mereka teratur, penumpang naik di bagian depan dan turun dari belakang," kata Farhan.

Menurutnya, hal tersebut adalah bentuk pendidikan yang luar biasa dan harus diikuti. Sebagai komponen dalam sistem ini, katanya lagi, terdapat program bus cepat kota (BRT) yang menjadi fokus utama pemerintah provinsi.

" ternyata, kedua komitmen kampanye kami selama 100 hari awal ini sesuai dengan program prioritas baik tingkat provinsi maupun nasional. semoga dapat cepat direalisasikan melalui kerja sama antara berbagai pihak pemerintah," ujarnya.

(/ TribunBatam.id )

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)