JAKARTA, – Pengubahan mesin sepeda motor dari konfigurasi bawaan satu silinder menjadi dua silinder tetap populer, terlebih bagi para pecinta otomotif yang menginginkan pengalaman akselerasi dan nada khas kendaraan besar pada sepeda motor dengan ukuran mesin lebih kecil.
Langkah perubahan ini membolehkan pemilik sepeda motor merombak unit mesin milik mereka, dari semula dengan satu silinder saja, menjadikannya berkonfigurasi dua silinder.
Perubahan ini bisa menghasilkan tenaga yang lebih kuat dan suara yang lebih agresif, meskipun penampilan motornya masih tampak standar.
M Yusuf Adib Mustofa, pemilik workshop modifikasi Psychoengine di Banyumas, Jawa Tengah, menjelaskan bahwa salah satu keuntungan dari perombakan ini terletak pada penampilannya yang tampak seperti sepeda motor standar biasa, tetapi mesinnya telah menerima banyak peningkatan.
Menurut dia, biaya untuk mengubah mesin standar menjadi 2 silinder dianggap beragam dan tidak memiliki acuan pasti.
Namun, sebagai perkiraan, minimal sisihkan anggaran sekitar puluh juta rupiah untuk memperoleh-modifikasi tersebut.
"Setiap motor memiliki harga berbeda, begitu pula dengan selisih harga jika mengganti silindernya. Sebagai contoh, untuk Honda Grand atau Supra versi lama, yaitu tipe C100, harganya sekitar Rp 14 juta jika menggunakan silinder standarnya. Namun, bila ingin memakai silinder dari Jupiter, akan ada tambahan biaya sebesar Rp 1,5 juta," papar Yusuf kepada belum lama ini.
"Kalau untuk harga Karisma atau Supra X 125 sekitar Rp 17 juta. Untuk CS1 harganya menjadi Rp 18 juta. Sedangkan Tiger memiliki variasi harga, jika tipe L Engine-nya berada di kisaran Rp 20 juta, sedangkan jenis inline bisa mencapai Rp 24 juta sampai dengan Rp 25 juta pada versi konfigurasi V," ujarnya.