Media sosial heboh dengan unggahan video yang memperlihatkan seorang laki-laki bernama Wildan dari Bangil, Pasuruan, Jawa Timur, yang mengklaim memiliki stok uang baru senilai Rp2 Miliar saat mendekati Hari Raya Idulfitri tahun 2025. Dalam klipnya, Wildan menyediakan layanan pertukaran mata uang tersebut.
Diketahui bahwa video itu menjadi viral mulai dari akun yang bernama pengguna @rama.wildan, yaitu akun pribadi laki-laki tersebut pada platform media sosial TikTok.
Menjawab video yang menjadi perbincangan itu, Kepala Departemen Manajemen Uang dari Bank Indonesia (BI), Anwar Bashori, mengatakan bahwa BI menyatakan tidak ada jalan khusus di layanan tukar uang untuk para penjual rupiah.
"Terkait masalah penjualan uang baru yang sedang marak dibicarakan di media sosial, Bank Indonesia mengonfirmasi bahwa mereka tidak menyediakan saluran spesifik untuk layanan tukar menukar dan juga tidak memberikan akses istimewa kepada para pedagang mata uang rupiah," jelas Anwar pada pernyataan resmi hari Jumat (28/3/2025).
Selanjutnya, Anwar menyatakan bahwa bank sentral memberikan jasa pertukaran uang rupiah kepada publik sesuai dengan aturan dalam Peraturan Bank Indonesia Nomor 21/10/PBI/2019 tentang Manajemen Uang Rupiah (MUR), serta Peraturan Anggota Dewan Gubernur Nomor 19/13/PADG/2017 seputar Pertukaran Uang Rupiah. Aturan ini diberlakukan secara merata bagi semua warga negara.
Pada saat bersamaan, Anwar mengharapkan kepada publik supaya melanjutkan proses pertukaran uang hanya di kantor-kantor BI resmi serta bank-bank untuk menjamin bahwa uang yang didapatkan oleh masyarakat adalah asli.
"Pertukaran mata uang Rupiah dengan menggunakan proses jual-beli diluar sistem bank sentral Bank Indonesia dan institusi perbankan bisa membawa dampak berisiko untuk publik, seperti halnya ketidakpastian mengenai keautentikannya, kesulitan dalam memverifikasi jumlah yang tepat, serta tingkat kerentanan terhadap penipuan yang dapat menyebabkan kerugian finansial," papar Anwar.
Selanjutnya, dalam masa PERIODE SERAMBI 2025, semua proses pertukaran akan berlangsung dengan jujur dan terbuka menggunakan Aplikasi PINTAR yang bisa diakses oleh publik luas. Diharapkan penggunaan alat ini dapat memperkuat kejelasan servis, menekan jumlah antrian atau keramaian di tempat tukar menukar agar lebih nyaman dan mudah bagi warga negara, sekaligus menjadi langkah mendistribusikan dana secara merata hingga pelosok tanah air.
"Oleh karena itu, Bank Indonesia menyarankan kepada masyarakat untuk menggunakan Rupiah sebagai metode pembayaran dalam berbagai transaksi di Indonesia secara bijak dan bukan sebagaimana halnya memperdagangkan komoditas," jelas Anwar.
Anwar mengulangi bahwa BI menyediakan jasa tukar uang dengan tema tertentu lewat mesin kas di berbagai lokasi penting seantero negeri ini, serta tak mengenai biaya apa pun kepada publik.
"Oleh karena itu, masyarakat atau para pemudik yang tetap memerlukan uang Rupiah dalam pecahan kecil bisa datangi layanan kas keliling milik Bank Indonesia guna melakukan tukar-menukar uang Rupiah dengan kondisi yang dijamin baik dan nyaman," ungkap Anwar.