5 Hidangan Khas Jeolla Korea Selatan: Dari Tteokgalbi hingga Ganjang Gejang

tisubodas
By -
0

, Jakarta - Provinsi Jeolla Di Korea Selatan terdapat berbagai daya tarik wisata yang patut untuk dikunjungi. Mulai dari pesona alam, kekayaan budaya, sampai aneka masakan uniknya, wilayah ini dapat jadi opsi favorit bagi pelancong asal Indonesia yang merencanakan perjalanan saat Lebaran tahun 2025.

Pada bulan Maret tahun ini akan diselenggarakan salah satu acara puncak untuk menyambut musim semi di Korea yang menggabungkan unsur budaya dan sejarah negeri ginseng itu. Acara dengan tema "The Great Voyage" bakal dilangsungkan dalam periode sembilan hari mulai tanggal 29 Maret 2025 hingga jalan-jalan Bunga Musim Semi di Yeongam, Jeolla Selatan. Konsep tersebut merujuk pada warisan masa lalu Wangin serta petualangan historis para duta kerajaan Joseon saat berkunjung ke Negeri Sakura.

Budaya Yeongnam Wangin. Dokumenter oleh Organisasi Pariwisata Korea.

Aneka acara diselenggarakan pada saat perayaan ini meliputi paradai dengan tema Wangin, pementasan teater, upacara penobatan duta Kerajaan Joseon, serta kompetisi bernyanyi lagu Trot bagi pemuda-pemudi. Di luar sejarah dan budayanya, para wisatawan pun bisa menikmati bunga-bunga musiman semusim tadi yang sedang mekar di berbagai zona festival tersebut. Bungan itu diperkirakan akan mulai berkembang pesat mengiringi datangnya musim semi. libur Lebaran nanti.

Saat berlibur tidak terasa sempurna jika belum menikmatinya kuliner Berikut adalah sejumlah hidangan setempat yang dapat dinikmati saat berada di Provinsi Jeolla.

1. Bibimbap

Bibimbap merupakan hidangan nasi campur asal Korea yang memiliki bahan utama seperti nasi, protein hewani, serta aneka sayuran. Semua komponen ini kemudian dilengkapi dengan campuran saus Gochujang dan minyak wijen untuk menambah cita rasa. Diantara variasinya, Bibimbap Jeonju dipandang sebagai yang terbaik. Khasiat dari bibit kecambah Jeonju dan gel warna kuning dari kacang kedelai sering kali menjadi pelengkap istimewa dalam hidangan tersebut. Tidak hanya itu, tambahan irisan daging mentah segar pun turut melengkapi penyajian Bibimbap Jeonju ini.

2. Ganjang Gejang

Ganjang Gejang. Dokumentasi: Organisasi Pariwisata Korea

Ganjang Gejang diproduksi menggunakan kepiting mentah segar yang dicampur dengan bermacam-macam saus lalu dibiarkan meresap dalam waktu antara beberapa hari sampai satu minggu. Sajian ini seringkali dikenal sebagai "pembawa nasi" sebab mengonsumsi Ganjang Gejang biasanya dilakukan bersama-sama dengan makanan pokok tersebut. Di daerah Bongsandong, kota Yeosu, ada banyak tempat makan populer yang menyediakan Ganjang Gejang.

3. Gomtang

Gomtang. Dokumenter dari Organisasi Turisme Korea

Ini merupakan sup bening yang mengandung irisan daging sapi serta tulang sapi berkualitas premium yang telah dimasak lama hingga beberapa jam agar meresapkan cita rasa kuahnya yang gurih, fresh, transparan dan dihasilkan dari bahan daging yang sangat lunak. Di sepanjang jalur Gomtang Naju terdapat banyak restauran yang menawarkan hidangan tersebut.

4. Chueotang (Sup Ikan Loach)

Chueotang. Doc. Korea Tourism Organization

Ini adalah sebuah sup unik yang cukup langka di Indonesia. Cara membuatnya melibatkan perebusan ikan loach terlebih dahulu, kemudian mencampurnya dengan aneka rempah dan sayuran segar dalam proses pemblenderannya. Setelah selesai diblender, campuran tersebut diremas lagi bersama beberapa jenis sayuran serta bahan tambahan untuk menambah kelezatan hidangan. Sup ini bisa dikategorikan sebagai makanan bergizi tinggi protein, kalsium, dan mineral. Di daerah Namwon, tepatnya di jalanan Chueotang dekat Taman Gwanghalluwon, banyak warung makan yang menyajikan sup istimewa ini.

5. Tteokgalbi

Tteokgalbi. Foto: Organisasi Pariwisata Korea

Hidangan daging ini adalah versi panggang dari daging sapi yang dibentuk mirip seperti daging dalam burger. Bedanya, hidangan ini bukannya disajikan bersama roti, tetapi justru dikombinasikan dengan sayur-sayuran serta nasi. Sebagai salah satu pilihan masakan kesukaan bagi berbagai raja pada masa Kerajaan Joseon, sajian tersebut sangat terkenal di kota Gwangju dan Damyang. Di wilayah Damyang sendiri, banyak warga setempat yang menyantap Tteokgalbi bersama Daetongbap, yaitu nasi kukus menggunakan bambu.

Daftar Tempat Pengambilan Gambar "My Dearest Nemesis" yang Mengundang Untuk dikunjungi

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)