Ancaman Microsleep Ketika Menyetir, Ini Langkah-Langkah Untuk Mencegahnya
Kondisi inilah yang harus diwaspadai saat pulang dari mudik karena ada risiko microsleep yang berbahaya jika terjadi.
/ Tips & Trick
Radityo Herdianto April 10th, 12:50 PM April 10th, 12:50 PM- Setiap perjalanan baik jarak dekat maupun jauh sangat mungkin menyita energi.
Inilah kondisi yang perlu diperhatikan oleh para pengendara karena berpotensi terjadi mikrosikap.
Microsleep terjadi saat pengendara meski hanya sejenak pun dapat memasuki fase tidur walaupun matanya masih terbuka.
"Tertidur sedetik di kecepatan 100 km/jam berarti pengemudi kehilangan kesadaran sejauh sekitar 27 meter," terang Sony Susmana, Training Director Konsultan Pertahanan Keamanan Indonesia (KPKI)
Sepanjang 27 meter kesadaran sama sekali lenyap sudah termasuk risikonya sangat tinggi.
Seperti ketika rem digunakan secara tiba-tiba, melakukan gerakan untuk menghindari halangan, atau bahaya dari serangkaian kecelakaan.
Microsleep dapat dihindari dengan memastikan tubuh telah istirahat cukup sebelum berkendara.
" tidur selama 7 sampai 8 jam agar tubuh bugar dan fokus tetap terjaga ketika mengendarai kendaraan," menyarankan Sony.
Begitupun selama perjalanan untuk tidak mengemudi lebih dari 4 jam.
Setelah 4 jam mengemudi, sempatkan beristirahat setidaknya 30 menit paling lama.
"Istirahat bisa dengan power nap (tidur cepat) dibarengi stretching untuk meregangkan badan agar lebih rileks dan mengembalikan konsentrasi serta refleks berkendara," jelas Sony.
"Didasari oleh nutrisi yang seimbang serta suplemen untuk menjaga kekuatan tubuh," tambahnya.
Copyright 2025
Related Article