Kepercayaan diri yang kuat dimiliki Emil Audero Mulyadi tentang peluangnya untuk membuat debut dengan Tim Nasional Indonesia saat berhadapan dengan China tanggal 5 Juni nanti. Ia percaya bahwa ia akan mencapai momen perdananya karena Maarten Paes sedang menerima hukuman.
Emil Audero Mulyadi menjadi salah satu dari beberapa pemain berketurunan asing yang baru saja mendapatkan kewarganegaraan cepat melalui PSSI untuk mewakili tim nasional Indonesia. Ia menyelesaikan prosedur perubahan status kebangsaannya selama sekitar dua minggu pada bulan Februari silam, di samping Dean James serta Joey Pelupessy.
Agar ketiganya dapat digunakan saat Timnas Indonesia bermain di matchday tujuh dan delapan grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia menghadapi Australia dan Tiongkok pada bulan Maret yang lalu, percepatan dikerjakan.
Meskipun demikian, Emil Audero adalah satu-satunya pemain yang belum melakukan debutnya. Dean James membuat penampilan perdana di tim nasional saat Garuda dikalahkan Australia dengan skor 1-5 pada tanggal 20 Maret, sementara itu Joey Pelupessy baru kali pertama tampil untuk Tim Nasional Indonesia dalam laga kemenangan 1-0 atas Bahrain beberapa hari setelahnya atau tepatnya lima hari lebih awal.
Emil Audero tidak dimainkan oleh pelatih tim nasional Indonesia, Patrick Kluivert, yang lebih memilih Maarten Paes sebagai penjaga gawang Garuda di kedua pertandingan itu. Emil Audero dengan senantiasa menerima keputusan ini.
"Suatu pengalaman luar biasa yang mengungkapkan suatu dunia yang telah dikenali namun perlu dilalui dengan penuh," jelas Emil Audero seperti dikutip Tutto Mercato Web pada hari Kamis (3/4).
Namun, kiper Palermo tersebut sangat yakin dia akan diturunkan ketika tim nasional Indonesia berhadapan dengan Tiongkok di Jakarta pada tanggal 5 Juni mendatang. Sebab, Maarten Paes diperkirakan tidak dapat bergabung karena telah mengumpulkan jumlah kartu kuning yang melebihi batas.
Maarten Paes serta Marselino Ferdinan tidak dapat tampil menghadapi Tiongkok karena telah mendapatkan kartu kuning saat bertemu Bahrain.
"Saya tidak ikut dalam panggilan pertama (Maret), namun saya telah mengetahui bahwa saya akan bertanding pada 5 Juni di China sebab kiper lainnya tengah terkena hukuman," jelas dia.
Namun, status Maarten Paes tetap belum jelas sampai saat ini. Ini karena dalam catatan yang ada pada situs web AFC, kiper dari FC Dallas tersebut tidak mendapatkan satupun kartu kuning. Padahal, distribusi kartu tersebut biasanya dilihat melalui ringkasan pertandingan yang disediakan oleh penyelenggara turnamen.
Hingga saat ini, PSSI belum memberikan klarifikasi atau ketentuan mengenai kartu kuning yang didapat oleh Maarten Paes. Keadaan pemain tersebut untuk pertandingan melawan Tiongkok tetap menjadi misteri.