Kini, media sosial sedang heboh dengan tantangan yang mengubah gambar pribadi menjadi ilustrasi ala Studio Ghibli melalui teknologi artificial intelligence (AI). Ciri khas estetika dari film-film semacam "Spirited Away" serta "My Neighbor Totoro" bisa diterapkan pada foto berkat bantuan ChatGPT.
ChatGPT buatan OpenAI kini memiliki kemampuan terbaru berdasarkan model AI GPT-40, yang memungkinkan pengguna untuk menciptakan atau menyunting gambar cukup dengan menggunakan perintah teks spesifik. Fitur ini memungkinkan para pemakainya merombak foto normal menjadi seperti ilustrasi bergaya Studio Ghibli.
Beberapa platform media sering kali membagikan panduan tentang cara merombak gambar menjadi animasi ala Ghibli. Akan tetapi, pendekatan tersebut malah menimbulkan perdebatan sengit antara para pengguna internet, khususnya pada situs jejaring sosial bernama X.
Kereta api itu menggarisbawahi pertanyaan etika terkait dengan perangkat kecerdasan buatan yang diprogram menggunakan hasil kreatif beralih hak cipta, serta potensi pengaruhnya pada industri seni di kemudian hari.
Beberapa warga internet menilai bahwa membuat fotografi hasil AI menjadi animasi adalah pelanggaran hak cipta yang setara dengan gagal menghormati kreasi artistik yang telah dikembangkan selama bertahun-tahun, serta dianggap sebagai plagiarisme.
"Sori party pooper tetapi aku seneng banget melihat gaya Ghibli dapat dihasilkan oleh AI ini... mencari gaya yang terkenal tentunya membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk berkembang bukan? Lalu apakah sudah mendapatkan persetujuan dari pembuat aslinya?" tulis aktris Sheila Dara Aisha melalui akun X miliknya.
Sejumlah warganet kemudian membagikan ulang bagian dari pernyataan pendiri Studio Ghibli, Miyako Hiyazaki (84), tentang pandangan dirinya mengenai karya seni hasil cipta-crita kecerdasan buatan. Hiyazaki merupakan salah satu pihak yang menentang penggunaan teknologi AI di bidang animasi.
Video pendek itu diekstrak dari sebuah dokumen tahun 2016 saat Miyazaki disuguhkan dengan demonstrasi teknologi AI. Di waktu itu, ia melihat animasi yang menunjukkan badan bergerak seraya mendorong kepala, dan Miyazaki mendeskripsikan presentasi tersebut sebagai sesuatu yang "amat menjijikkan".
Pembawa demonstrasi animasi menyebutkan bahwa AI bisa memberikan kita ekspresi gerak yang tak terduga dan di luar imajinasi manusia. Menurutnya, teknologi ini juga mampu mensimulasikan gerakan zombie.
"Setiap pagi, selama beberapa hari terakhir, saya menyaksikan teman saya yang mengidap disabilitas. Baginya, hanya untuk bersalaman saja sudah menjadi tantangan besar; lengan besarnya yang kuat tak mampu meraih tanganku. Saat memikirkan hal tersebut sekarang, saya tidak lagi bisa melihatnya sebagai sesuatu yang menarik. Menciptakan situasi semacam itu tanpa pemahaman tentang penderitaan adalah suatu kesalahan," demikian tutur Miyazaki, seperti dilansir. AP .
Saya secara keseluruhan enggan untuk mengintegrasikan teknologi AI ini ke dalam pekerjaan saya, sama sekali tidak mau. - Hayao Miyazaki, pendirinya Studio Ghibli
belum ada balasan dari openai, sebagai pemilik chatgpt, mengenai berbagai pendapat untuk dan melawan yang muncul di platform media sosial.
Pada saat bersamaan, pernyataan tersebut muncul dari seniman bernama Karla Ortiz, yang membesar sambil sering menonton film-film buatan Miyazaki. Ia mengkritik pemegang hak atas teknologi AI pembuat konten karena diduga melanggar hak kekayaan intelektual, serta menuding OpenAI tak perduli terhadap hasil kerja para seniman dan penghidupannya mereka.
Merka pake merek dagang Ghibli, nama mereka, karyanya, sama reputasinya, buat nge-promosiin produk (OpenAI)," ujar Ortiz. "Ini 'kan pencemaran. Ini pengeksploitan.
Ortiz semakin marah karena pemerintahan Presiden Donald Trump mengikutinya dalam tren yang menyematkan logo Studio Ghibli pada profil Twitter resmi Gedung Putih. Sampai saat ini, baik Gedung Putih maupun OpenAI belum memberikan tanggapan atas protes itu.
"Menemukan hal yang luar biasa, setajam karya Miyazaki kemudian dipartisi-partisi sehingga menjadi sesuatu yang amat buruk," demikian tertulis oleh Ortiz di media sosial.