Saham Unggulan yang Paling Diminati Investor Asing Minggu Ini

tisubodas
By -
0

.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Komposit ( IHSG Melanjutkan proses perbaikan di sepanjang akhir pekan ini.

Ini adalah kesempatan baik pula bagi para pemodal untuk membeli saham-saham dengan dasar keuangan solid yang harga jualnya telah turun signifikan.

Menurut data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok sebesar 131,78 poin atau turun 1,98% hingga mencapai posisi 6.515,63 di akhir sesi perdagangan Jumat (14/3/2025). Di samping itu, selama satu minggu terakhir, IHSG mengalami depresiasi sebesar 1,81%.

Volume total perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia pada hari Jumat sebesar 15,38 miliar dengan nilai transaksi senilai Rp 8,87 triliun.

Lihatlah Saham-saham yang Paling Sering Diinvestasikan Oleh Investor Asing pada Akhir Pekan Ini

Sejumlah 384 saham merosot sehingga menghambat pertumbuhan IHSG, di saat yang sama 205 saham bertambah nilai dan 218 saham tidak berubah.

Dari total 10 indeks sektoral, semua mengalami penurunan. Sektor dengan persentase kemerosotan tertinggi adalah sektor teknologi sebesar 13,71%, diikuti oleh sektor kesehatan yang merosot 1,16%, sektor barang konsumsi dasar menurun 1,13%, sektor sumber daya alam berkurang 1,05%, serta sektor energi menyusut 0,95%.

Adapun satu-satunya sektor yang menguat adalah sektor barang konsumer non primer naik 0,67%.

Investor asing mencatat net sell Jumbo mencapai angka sebesar Rp 1,77 triliun di semua pasar pada hari Jumat, terakumulasikan. net sell Asing dalam seminggu menembus angka Rp 2,72 triliun.

Meskipun menghadapi arus penjualan bersih dari luar negeri dan pelemahan indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), para investor asing ternyata cukup aktif dalam pembelian saham-saham ini.

Saham-saham Berikut Telah Diambil Alih Aset Oleh Investor Asing dalam Seminggu Belakangan

Berikut 10 saham net buy terbesar asing dalam sepekan:

1. PT Bank Central Asia Tbk ( BBCA ) Rp 225,11 miliar

2. PT Raharja Energi Cepu Tbk (صند.nlmakes RATU ) Rp 105,47 miliar

3. PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (صند ICBP ) Rp 77,05 miliar

4. PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (صندキャンペ JPFA ) Rp 64,99 miliar

5. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk ( AADI ) Rp 57,38 miliar

6. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (صندキャンペك) TLKM ) Rp 54,69 miliar

7. PT Solusi Sinergi Digital Tbk ( WIFI ) Rp 54,22 miliar

8. PT Unilever Indonesia Tbk ( UNVR ) Rp 49,72 miliar

9. PT Chandra Asri Pacific Tbk ( TPIA ) Rp 28,82 miliar

10. PT Indofood Sukses Makmur Tbk ( INDF ) Rp 28,49 miliar

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)