Pesan Tersembunyi di Belakang Perjalanan Pemudik Motor: Petualangan 10 Jam Menggapai Cinta

tisubodas
By -
0

KARAWANG, Pada perjalanannya pulang menuju desa asalnya, Samsul Maarif dan Afif, sepasang teman dekat yang mengendarai sepeda motor Astrea klasik, melintasi jarak ribuan meter guna memenuhi kerinduan mereka.

Dengan ransel terpasang pada bagian belakang sepeda motor, mereka mengekspresikan kesedihan akan kekurangan dengan menghias tas tersebut dengan berbagai tulisan.

Afif meletakkan pesan yang bertuliskan, "Semakin jauh kamu pergi dan semakin sibuk kamu mencari, jangan sampai terlupakan untuk kembali. Sebab pergi hanyalah cara saya membuat rasa rindu."

Dia pun menyertakan frasa "Tangerang hingga Pemalang" sebagai sebagian dari rute perjalanannya.

Mereka berdua menyatakan bahwa karya itu merupakan jenis hiburan dan turut serta dalam arus trend yang tengah populer.

"Saat dikonfirmasi di depan pusat perbelanjaan Peundeuy, Karawang Timur, Jawa Barat, pada hari Jumat (28/3/2025), Samsul menuturkan, 'Cuman buat ikutan tren saja,'" tuturnya.

Samsul, seorang pekerja di pabrik pembungkusan makanan, menyatakan bahwa dia pulang kampung ke Purbalingga satu kali dalam setahun demi berkumpul bersama putranya, istrinya, serta kerabatnya.

Walaupun terdapat banyak metode komunikasinya, menurutnya, keinginan yang paling mendalam adalah pada keluarganya.

"Hal yang paling dirindukan tentunya adalah keluarga. Sedangkan mengenai masakan, keunikan Purbalingga ada di dodol," katanya.

Umumnya, demi mengatasi rasa kangen pada hari Idul Fitri, Samsul melakukan perjalanan yang memakan waktu kurang lebih sepuluh jam.

Tetapi, apabila kemacetan terjadi, durasi perjalanannya dapat mencapai sampai dengan dua belas jam.

Walaupun sering menemui jalan yang rusak, gairah Samsul dan Afif untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah bersama keluarga tetap tak pernah padam.

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)