Orang Sensitive terhadap Candaan? Inilah 7 Karakteristik Mereka

tisubodas
By -
0

.CO – Humor kerap digunakan sebagai metode untuk melenyakan ketegangan dan mempererat ikatan sosial, namun tak semua individu bereaksi terhadap guyonan secara serupa. Terdapat pula mereka yang malah merasa tersulut emosi oleh lelucon yang sesungguhnya sederhana serta tanpa bahaya.

Kenapa hal itu terjadi? ternyata ada latar belakang psikologis kuat di sebabkan oleh respons tersebut. Seseorang yang sensitif terhadap lelucon umumnya memiliki sifat-sifat khusus yang mengubah bagaimana mereka menafsirkan gurauan.

Menurut informasi dari situs Geediting pada hari Jumat (13/12), inilah tujuh sifat umum yang biasanya ditemui pada orang-orang yang cenderung menafsirkan lelucon sebagai hal serius:

  1. Sensitivitas yang Tinggi

Orang dengan kepekaan intens sering kali mengalami perasaan yang lebih mendalam daripada orang pada umumnya. Mereka mampu menjadi sahabat atau pendamping yang sangat simpatetik; namun demikian, karakteristik tersebut pun membawa berbagai kesulitan tersendiri.

Ketika mendengarkan lelucon yang bagi sebagian orang tampak biasa, individu dengan kepekaan tinggi bisa jadi akan merasa tersinggung karena mereka menyadari arti yang lebih dalam dari perkataan itu. Ini bukan berarti mereka bersikap berlebihan; malahan hal ini mencerminkan bagaimana mereka memandang dunia secara berbeda. Mengenali karakteristik ini dapat sangat membantu untuk mencegah salah paham saat berinteraksi atau komunikasi.

  1. Ketidakamanan (Insecurity)

Takut akan ketidaktelitian biasanya mendasari orang yang cepat marah atas lelucon. Sementara itu, individu dengan kekhawatiran tentang identitasnya sendiri lebih berisiko mengalami penghinaan melalui guyonan yang merujuk pada bagian-bagian spesifik dalam diri mereka.

Misalnya, apabila seseorang kurangpercaya diri mengenai penampilannya, gurauan kecil seputar busana atau cara berpakaiannnya dapat diartikan sebagai serangan langsung. Rasa tidak aman ini menjadikannya lebih sensitif dan mungkin menafsirkan ejekan itu sebagai bentuk kritikan terhadap dirinya sendiri.

  1. Cenderung Introvert

Tipe introvert merupakan orang-orang yang biasanya bersifat introspektif serta penuh pertimbangan. Mereka kerap kali memeriksa kembali suatu kondisi dengan seksama, mencakup ucapan ataupun lelucon.

Oleh karena pemikiran yang intensif ini, orang bertipe introvert mungkin menganggap lelucon seolah-olah memiliki makna yang jauh lebih serius dibanding maksud aslinya. Selain itu, mereka kerapkali mencermati efek dari perkataan tersebut pada dirinya sendiri, sehingga dapat menimbulkan perasaan tersinggung.

  1. Pengalaman Masa Lalu

Periode lampau menciptakan respons individu terhadap kegembiraan lucu. Apabila ada orang yang telah menjalani cemoohan atau penistaan pada waktu dahulu, guyonan yang sesungguhnya tak beresensi bisa merangsang kembali ingatan menyakitkan tersebut.

Humor yang tampaknya remeh oleh orang yang membuat lelucon bisa jadi sangat menusuk hati bagi orang lain jika hal tersebut membawa kembali kenangan buruk. Karena itu, cukup penting untuk memahami situasi dan latar belakang seseorang sebelum melakukan candaan.

  1. Ketakutan Akan Ditertawakan

Banyak individu merasa takut untuk dijadikan objek candaan, fenomena yang disebut gelotofobia. Rasa takut ini menyebabkan mereka menjadi sangat peka terhadap lelucon yang mungkin ditujukan kepada diri mereka sendiri.

Walaupun tujuan bercanda bukanlah untuk menyinggung perasaan seseorang, namun mereka bisa saja mengira diri mereka direndahkan atau diledek. Kecemasan semacam ini biasanya timbul dari kenangan masa kecil atau remaja yang melibatkan hinaan oleh pihak lain.

  1. Kecemasan Mengenai Nilai Diri Yang Rendah (Low Self-Esteem)

Kurangnya harga diri dapat menyebabkan seseorang lebih cepat merasa terancam oleh lelucon. Mereka kerap kali memandang dirinya dengan sudut pandang yang sangat kritikal serta berpikir bahwa ejekan itu semakin meyakinkan mereka akan gambaran buruk tentang diri mereka sendiri.

Seseorang yang memiliki rasa harga diri rendah bisa jadi akan mengartikan lelucon sebagai serangan atau penilaian atas kelemahan mereka, padahal tujuan awalnya tidak demikian.

  1. Kurangnya Kepercayaan

Keyakinan merupakan dasar dari setiap jenis hubungan. Jika keyakinan itu hilang, lelucon sekecil apapun dapat dipandang sebagai agresi.

Orang yang tak percaya sepenuhnya terhadap pasangan atau orang lain akan mengartikan hal-hal lucu sebagai serangan pribadi. Hal ini menjadikannya seolah-olah lelucon tersebut bertujuan untuk mengecilkan diri mereka, daripada membangun ikatan sosial. pri/jawapos.com )

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)