Massa Protes UU TNI Berkumpul di Depan DPR, Jalanan Gatot Subroto Ditutup

tisubodas
By -
0

JAKARTA, Puluhan orang yang menentang penerapan UU TNI serta revisi RUU Polri mulai berkumpul di hadapan gedung DPR/MPR RI, letaknya di Senayan, Tanah Abang, Jakarta Pusat pada hari Kamis tanggal 27 Maret 2025.

Dengan kehadiran kerumunan, Jalan Gatot Subroto saat ini telah ditutup. Para pengendara hanya bisa melewati jalur TransJakarta yang mengarah dari Semanggi menuju Slipi.

Sehingga, lalu lintas di Busway Transjakarta menjadi macet, dan suara Klakson tidak bisa dicegah. Akan tetapi, peserta protes mengambil kesempatan tersebut untuk mengekspresikan pendapat mereka kepada masyarakat sekitar.

Sebagian peserta demonstrasi berada di atas pembatas TransJakarta sambil menaikkan papan bertuliskan kritik, tujuannya agar para pemakai jalan bisa menyaksikan, mendalami, serta meresapi makna dari pesan yang disampaikan tersebut.

Tidak berapa lama kemudian, Jalan Gatot Subroto ditutup sepenuhnya dan pada akhirnya TransJakarta menggunakan jalan tol dalam kota sebagai gantinya.

Sebaliknya, sebagian peserta demonstrasi melekatkan stiker berukuran kecil di tempat-tempat tertentu. barrier konglomerat beton yang dipakai sebagai pemisah antar kelompok.

Stiker-sticker itu memuat ungkapan-ungkapan tentang kondisi sosial dan politik yang tengah berkembang di negeri ini, termasuk perihal penyetujuan Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia lewat sidang pleno Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia.

Di samping stiker, sebagian besar orang juga melekatkan kertas yang berisikan kritik pada tiang listrik sampai pilar gerbang DPR RI.

"DPR, Dewan Pengkhianati Rakyat," begitu tertulis dalam teks yang dipasangkan pada tiang listrik di sekitar gedung DPR RI.

"Buka mata, Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia dan Rancangan Undang-Undang Kepolisian Republik Indonesia membahayakan kemerdekaan kami berada. Segalanya dapat terjadi," tertulis pada sticker tersebut.

Sebaliknya, stiker berisi cerita "Kembalikan Tentara Kembali ke Barracks" tampak lebih sering muncul dibandingkan jenis stiker lainnya.

Kepolisian telah mendeploy total 1.824 personil bersamaan untuk menjaga keamanan dalam demonstrasi yang melawan disahkannya Rancangan Undang-Undang Tentang TNI (RUU TNI), di hadapan gedung Dewan Perwakilan Republik Indonesia (DPR RI) di Jakarta Pusat pada hari Kamis tanggal 27 Maret tahun 2025.

Tim gabungan yang beranggotakan personel dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, TNI, Pemda DKI serta lembaga terkait lainnya diposisikan di beberapa lokasi di sekitaran gedung DPR RI.

"Untuk menjamin keamanan unjuk rasa yang diselenggarakan oleh para mahasiswa serta sejumlah koalisi, kita telah mengerahkan 1.824 personil berserikat," ungkap Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Polisi Susatyo Purnomo Condro pada pernyataannya tertulis hari Kamis tanggal 27 Maret tahun 2025.

Susatyo menyatakan bahwa pengawasan dilaksanakan guna menghalangi massa dari gerakan protes memasuki gedung DPR RI.

Pada saat yang sama, penataan aliran kendaraan di depan gedung DPR RI bersifat sementara. Menurut Susatyo, rekayasa lalu lintas ini akan disesuaikan berdasarkan kondisi dan perubahan situasi di lokasi.

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)