Maafkan Saya, Sultan Palembang: Willie Salim Akan Kembali untuk Menjalani Tradisi Tepung Tawar

tisubodas
By -
0

Kreator konten dan juga TikToker Willie Salim menyatakan akan melaksanakan ritual tepung tawar sesuai dengan keinginan Sultan Palembang.

Sebelumnya, Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Raden Muhammad Fauwaz Diradjah pernah meminta Willie Salim menghadapi tantangan adonan kue basah.

Itu hasil dari acara memasak rendang seberat 200 kilogram di BKB yang diklaim hilang dan digrebek warga Palembang ketika proses memasak berlangsung.

Merasa telah mengotori imej masyarakat Palembang, Willie Salim perlu menjalani ritual itu sebagai bentuk penebusan dosa untuk membersihkan namanya.

Saat ini, Willie Salim dengan bantuan Ustaz Derry Sulaiman telah menghubungi Fauwaz Diradja guna menyampaikan ucapan permintaan maaf kepada masyarakat di Palembang.

Raden Muhammad Fauwaz Diradja Willie Salim dari SMB IV berencana pergi ke Palembang usai Lebaran.

"Tepat pada tengah malam, Ustaz Derry menghubungi saya dan ternyata beliau berada tidak jauh dari tempat saya. Dia menyampaikan bahwa Sultan, atau yang lebih dikenal sebagai Willie Salim, ingin meminta maaf terkait keributan di Palembang," ujar SMB IV Fauwaz Diradja saat ditemui Jumat (28/3/2025) seperti dilansir dari Tribunsumsel.com.

SMB IV Fauwaz Diradja mengisahkan bahwa Ustaz Derry menyaksikan keributan yang terjadi di platform-media sosial.

Karena Ustaz Derry sering berkunjung ke Palembang, dia pun kenal dengan SMB IV Fauwaz Diradja.

Oleh karena itu, Ustaz Derry meneleponnya ketika berada di samping Willie Salim.

"Kami video call saat ada Willie Salim, dan Willie minta maaf. Namun karena matanya berkaca-kaca dia tidak bisa banyak berkata-kata dan saya bilang ke Palembang aja, kita adakan tepung tawar," ungkapnya.

Menurut dia, melalui acara tepung tawar ini agar dapat mengembalikan reputasi normal serta mencuci citra positif bagi Kota Palembang dan juga untuk membela nama baik Willie Salim.

"Lantaran ada banyak keluhan dari masyarakat Palembang, lebih baik kita semua bertemu secara langsung bersama pihak-pihak terkait. Pertemuan tersebut akan diselenggarakan sesegera mungkin usai Lebaran," ujarnya.

Terlebih dahulu tentang waktu dan lokasinya, semuanya masih dalam diskusi dan persiapan.

Oleh karena itu, mereka tetap menjalin komunikasi dengan para pemangku kepentingan serta rekan-rekan yang lainnya.

Sebab terdapat pula yang telah menempuh jalan hukum.

Maka besok kita akan berdiskus bersama untuk menentukan langkah terbaik agar semua dapat meredam situasi. Sebab budaya Melayu mengutamakan persahabatan, bukan permusuhan.

SMB IV Fauwaz Diradja menyatakan bahwa acara adonan lempeng adalah bagian dari tradisi kuno Kota Palembang yang bertujuan untuk memudahkan proses musyawarah mencapai kesepakatan.

Sebenarnya, kebiasaan menggunakan tepung tanpa rasa ini tidak hanya dipraktekkan di Palembang tetapi juga merupakan bagian dari budaya Melayu secara umum.

Dalam Kitab Simbur Cahaya, jika terjadi sesuatu yang merugikan orang lain maka akan diselenggarakan sebuah pertemuan, dan sebagai tanda salah satunya adalah dengan menumbuk beras menjadi tepung serta hal-hal serupa.

Targetnya adalah menyajikan atau mengatur situasi agar kedua belah pihak dapat bermaaf-memaafkan dan kesalahan pengertian dapat diselesaikan.

Pernah ada istilah seperti tepung dusun dahulu. Misalkan jika seseorang membuka lahan pertanian dan terbakarn ke tempat milik orang lain, maka akan diselenggarakan tepung dusun hingga semuanya kembali normal dan tak ada lagi salah pemahaman.

Dahulu Dibombar Juga ke Palembang

Seketika sebelumnya, Kesultanan Palembang Darussalam Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin menyampaikan ketidaksukacitaannya atas unggahan konten kreator Willie Salim berupa video dengan tema "rendang lenyap saat pergi ke toilet" di Benteng Koto Besar (BKB) Palembang pada masa lampau.

Menurut Sultan Iskandar, isi dari konten itu bukan saja merusak reputasi Palembang, melainkan juga menghina budaya serta kehormatan penduduk Sumbagsel yang sangat memperhatikan tradisi dan keyakinan.

Sultan Iskandar mengatakan hal tersebut saat berada di kediamannya yang terletak di Sekip Ujung, Kemuning, Palembang pada hari Selasa sore tanggal 25 Maret 2025.

Raja Iskandar Mahmud Badaruddin menyatakan bahwa warga Palembang mempunyai prinsip-prinsip mulia yang perlu dipuja. Menurutnya, materi milik Willie Salim kelihatan seperti mencakup elemen-elemen pencemaran nama baik bagi penduduk lokal.

Di samping itu, dia juga mengkritik bagaimana budaya kerap dieksploitasi dan dipahami secara primitif oleh sejumlah orang tanpa tanggung jawab.

"Saudara-saudari sekalian, kita bukanlah sebuah kerajaan biasa; Palembang Darussalam merupakan bagian tak terpisahkan dari Sriwijaya, negara besar dahulunya yang pernah menguasai sebagian tiga planet ini. Kebudayaan kita pantas mendapat penghargaan, bukan hanya menjadi objek lelucon demi menambah jumlah peminat di media sosial," ungkap Sultan Iskandar sambil menyuarakan kemarahannya. "Saya melarang keras kedatangan Willie Salim ke Palembang hingga ia minta maaf. Jika nantinya dia berkunjung ke kota kami, harapannya, akan ada kesadaran kolektif bahwa kami siap merelakan diri mati putih jika itu artinya menjaga kebudayaan serta wilayah kita tetap utuh tanpa diganggu-gangu," tambahnya dengan suara lirih namun teguh.

Selanjutnya, Sultan Iskandar curiga bahwa video itu disusun untuk merangsang ketertarikan publik tanpa alasan yang tulus. Baginya, apabila tujuannya adalah menyebarkan makanan, ada metode lain yang lebih elok dan bermartabat, misalnya melalui pemberian kupon atau memberikannya secara langsung dalam format yang lebih beradab.

"Apakah memungkinkan bahwa rendang dapat lenyap dengan cepat? Terutama dalam situasi ramai. Sepertinya hal itu diciptakan hanya untuk menciptakan kegaduhan. Harapannya, hal ini tidak akan dipergunakan sebagai cara untuk menyibukkan perhatian publik dari masalah-masalah penting, seperti kasus korupsi yang semakin merajalela," tambahnya.

Raja Iskandar pun menekankan tentang pergeseran dalam dunia media sosial yang kini dipenuhi dengan berbagai informasi negatif yang dapat merusak warisan budaya setempat. Dia menyayangkan sikap sebagian orang yang cenderung menciptakan konten provokatif hanya untuk meningkatkan popularitas dan mendapatkan untung pribadi, bukannya menggunakan platform tersebut sebagai alat pendidikan.

"Kami perlu melindungi warisan kami. Harapannya, jenis-jenis konten semacam itu tak akan mendominasi nilai-nilai asli kita. Kami bukan masyarakat yang biasa menyambut Halloween atau festival-festival yang bertentangan dengan kebudayaan kita. Agama Islam mengajarkan cintakasih sejati, bukannya hanya mencari isi kantong dari berbagai materi saja. Selain itu, kami pun telah minta agar videonya dihapus," ungkapnya secara tegas.

Sebagai tindakan penyelesaian, Sultan Iskandar mengharuskan Willie Salim untuk dengan cepat menyampaikan permohonan maaf secara langsung serta membuktikan niat baiknya. Apabila hal ini tak dilakukan, mereka bersedia melanjutkan kasus tersebut ke ranah hukum terkait tuduhan pelecehan budaya dan pencemarkan nama baik.

"Kami bersedia untuk mengampuni bila ia tiba-tiba berniat baik, namun sebaiknya tak terjadi lagi peristiwa semacam itu di kemudian hari. Masyarakat Palembang sangat menghormati moral serta tradisi. Kami tidak dapat tinggal diam apabila budaya kami dilecehkan," tegasnya.

Di samping itu, Sultan Iskandar menyokong sejumlah pemuka masyarakat serta petinggi yang berpikir untuk mengajukan perkara tersebut ke pengadilan.

Baginya, masalah tersebut tidak sekadar berkaitan dengan harga diri, melainkan juga penting untuk memelihara kesatuan negara.

"Video ini tidak semata-mata menjadi fenomena daring yang menyebar luas. Jika diabaikan, hal tersebut dapat membawa risiko dan berdampak pada perpecahan dalam masyarakat. Kami patut mengingat bahwa Indonesia didirikan dengan prinsip kebersamaan, bukannya sebagai mainan bagi konten-konten tanpa tanggung jawab," tegasnya.

Willie Salim Minta Maaf

Willie Salim sebelumnya sudah mengungkapkan penyesalan kepada publik, khususnya penduduk Palembang, atas kehilangan 200 kilogram rendang yang merupakan fokus dalam materinya.

Pada pernyataan yang dibuatnya, dia mengingatkan masyarakat untuk tidak menjadikan penduduk Palembang sebagai sasaran kritik karena insiden itu.

"Saya meminta maaf jika konten ini menimbulkan kegaduhan. Namun, saya berharap masyarakat tidak menyalahkan warga Palembang," kata Willie dalam sebuah video yang diunggah di media sosial.

Akan tetapi, sepertinya permohonan maaf itu belum mencukupi untuk menenangkan perdebatan yang berlangsung.

"Saya sangat menyesali insiden rendang yang menjadi viral dan menyakitkan banyak orang di Palembang. Hal tersebut telah menciptakan berbagai cerita negatif tentang masyarakat setempat," ungkapnya lewat akun Instagram @willie27_.

Dia menyebut hal itu bukanlah tanggung jawab warga Palembang dan mengaku bahwa ini adalah kesalahannya sendiri akibat ketidaksiapsiarannya yang tidak memadai.

"Saya minta maaf karena ini adalah kali pertama saya memasak untuk begitu banyak orang. Bayangkan saja jika kita dapat membuka puasa bersama dengan ribuan warga Kota Palembang, sungguh melebihi harapan," katanya.

Dia menyatakan tidak merasakan kekecewaan sama sekali terkait hilangnya daging rendang itu.

Malahan dia senang menyaksikan semangat penduduk setempat, sebab pada dasarnya rendang tersebut dimasak dengan tujuan untuk dibagikan kepada masyarakat.

"Saya jujur saja terkejut dengan semangat masyarakat yang sangat besar," katanya.

Willie menyebut hal ini sebagai pembelajarannya.

Dia juga menyatakan bahwa dia tidak merancang daging rendang yang diburu oleh masyarakat tersebut.

"Hanya saja aku tak mengira hal tersebut bakal terjadi, ini merupakan kesalahpahamanku. Tolong jangan salahkan penduduk Palembang," ujar Willie.

Dia bersumpah bahwa jika dia sudah siap lebih cepat dengan persiapan yang lebih baik dan tertata rapi, kejadian itu tidak akan terjadi.

"Dengan sungguh-sungguh saya meminta maaf," tegasnya.

Di dalam video tersebut juga, Willie menambahkan kliping tentang warga yang sedang mengambil rendang dari kuali besar itu.

Sebelumnya, konten tentang rendang yang menghilang di BKB Palembang menjadi sorotan dan ramai dibicarakan di platform media sosial.

Beberapa orang penting juga memberikan komentar tentang masalah ini.

Termasuk Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, meminta konten kreator Willie Salim untuk segera memberikan klarifikasi terkait video yang viral di media sosial yang diduga menampilkan kondisi kurang kondusif di kawasan Benteng Kuto Besak (BKB), Palembang.

(/Tribun Sumsel/Sripoku)

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)