Inilah Roket Amatir Pertama Indonesia, Hasil Karya Tiga Siswa SMK Pontianak

tisubodas
By -
0

, Jakarta - Tiga pelajar dari SMKN 4 Pontianak , Kalimantan Barat, menciptakan roket Pemula amatir pertama di Indonesia. Proyek bernama Roket Nusantara tersebut dikerjakan bersama PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) dalam waktu empat bulan mulai Oktober 2024.

Tim Mengangkasa, yang terdiri dari Daris Cahyo Adi, Fathur Rahman, dan Abdul Aziz, berhasil mengirim Roket Nusantara hingga jarak satu kilometer. Capaian penting mereka dicapai saat roket mencapai kelajuan subsonik dengan kecepatan 200 meter setiap detik.

Daris menyampaikan bahwa timnya senang dengan hasil peluncuran itu. "Desain ini ternyata cukup stabil," katanya, seperti dicatat dalam pernyataan tertulis di situs web mereka. Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi dari Kementerian Pendidikan , Sabtu, 22 Maret 2025.

Catatan penting tentang roket amatur pertama yang dibuat oleh para siswa SMK di Indonesia menjadi bagian dari proyek Roket Nusantara Gelombang 2. Grup tersebut telah melaksanakan tiga uji coba penerbangan berturut-turut, yakni misil kelima, keenam, dan ketujuh dalam deretan eksperimen sebelumnya.

Dengan situs web Pasifik Satelit Nusantara LinkedIn, Program Gelombang 2 berfokus pada memastikan roket bisa menjangkau ketinggian 900 meter. Selain itu, ada tujuan untuk mengambil kembali bodi dari roket tersebut. payload menggunakan payung terjun, serta implementasi sistempun closed-loop roll control untuk menjaga kestabilan penerbangan.

Roket Nusantara mengggunakan propelan Ammonium Nitrate Composite Propellant (ANCP) dengan sasaran untuk mencapai tinggi satu kilometer. Di hari pertama pengujian peluncuran, rudal lokal ini ditembakkan sebanyak dua kali. Setiap tembakan menghasilkan ketinggian 800 meter dan 903 meter. Pengujian sukses melewati batas 1 kilometer pada tanggal 26 Februari yang lalu.

Daris menjelaskan bahwa proyek itu adalah lanjutan dari penerbangan perdana Rocket Bridge yang dijadwalkan pada Januari 2025. Anggota tim Terbang Langit telah mempersiapkan serta melakukan pengujian terhadap semua bagian roket, termasuk sistem elektronika kendali, bahan bakar, parasut roket, pemantik api, sampai alat pelepas ledakan.

Strategi baru yang diterapkan dalam pengujian terakhir, kata dia, adalah memasang mesin roket setelah roket terpasang di rel untuk meminimalkan risiko kegagalan. “Roket kami Alhamdulillah mencapai target," kata dia.

Daris Cahyo Adi, Fathur Rahman, serta Abdul Aziz dari SMKN 4 Pontianak di Kalimantan, telah sukses dalam merancang dan menerbangkan roket buatan sendiri bernama Roket Nusantara menuju langit. Dokumentasi: Kemendikbud

Pelepasan ini mendapat dukungan dari Tim Bamtara Pans yang menghadirkan satelit Kensat sebagai beban roket. Sedangkan tim Mengangkasa berencana melakukan evaluasi terhadap mekanisme penempatan parasut guna persiapan peluncuran di masa depan. Informasi yang dikumpulkan nantinya bisa digunakan untuk penyempurnaan teknologi tersebut.

Kepala Eksekutif PT PSN Adi Rahman Adiwoso mengonfirmasikan bahwa perusahaannya terus mendorong pertumbuhan serta otonomi bidang keantariksaan di tanah air. "Ini merupakan kemajuan signifikan untuk Indonesia dalam hal penelitian roket non-komersial dan pengembangan teknologi luar angkasa," katanya.

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)