NUUK, – Rencana kedatangan Usha Vance, isteri Wakil Presiden AS JD Vance, ke Greenland pada hari Jumat (28/3/2025) mendapat penolakan dari penduduk lokal.
Sebagaimana diberitakan USA Today Pada hari Kamis, 27 Maret 2025, para petugas Amerika Serikat berusaha untuk mendapatkan warga lokal yang mau menyambut Usha, namun tak ada satupun yang bersedia.
Tidak hanya penduduk setempat, para agen perjalanan dari Tupilak Travel di Nuuk pun mengundurkan diri dari rencana penyambutan tersebut.
Pertama-tama, mereka sepakat akan menjadi tuan rumah, namun akhirnya mengurungkan niat itu.
Pada postingan Facebook-nya, agennya mengumumkan, "Kami tak dapat memahami tujuan di balik kedatangan ini dan enggan berperan sebagai bagian dari atraksi media. Terima kasih tetapi tidak perlu. Greenland dimiliki oleh penduduk Greenland."
Dalam suasana yang rendah hati warga Greenland atas kedatangan rombongan dari Amerika Serikat, JD Vance menyatakan melalui klip video di X kalau dia bakal ikut serta bersama sang istri pada perjalanan itu.
"Terlalu banyak keseruan mengelilingi kedatangan Usha di Greenland hari Jumat nanti. Aku tak mau ia menikmatinya seorang diri, oleh karena itu aku akan ikut serta," ungkap Vance.
Di samping keluarga Vance, Penasihat Urusan Keamanan Nasional Gedung Putih Mike Waltz serta Menteri Energi Chris Wright pun telah ditetapkan untuk menghadiri acara tersebut.
Menjawab tentang agenda kedatangan itu, Perdana Menteri Greenland Mute Egede mengklaim bahwa Amerika Serikat cuma berupaya memaksa pihaknya untuk memberikan Greenland ke mereka.
"Apakah tujuan penasihat keamanan nasional AS di Greenland? Mereka hanya ingin memperlihatkan superioritas mereka terhadap kita," ungkap Egede.
Kemunduran yang signifikan terjadi setelah Presiden AS Donald Trump beberapa kali mengekspresikan niatnya ingin mendapatkan kendali atas Greenland demi alasan keamanan nasional.
Letak Greenland yang terpilih di wilayah Arktik dengan cadangan mineralnya yang melimpah bisa memberikan keuntungan bagi Amerika Serikat.
AS juga berminat pada sumber daya minyak dan gas di daerah Arktik, yang disebutkan oleh Survei Geologi AS bahwa wilayah ini mengandung sekitar 13% dari total minyak dan 30% dari total gas bumi global yang masih belum terjamah.
Akibat dari berbagai penolakan itu, agenda awal delegasi Amerika Serikat yang merencanakan kunjungan ke tempat-tempat budaya dan sejarah di Greenland serta partisipasi dalam festival anjing luncur Avannaata Qimusserua harus dibatalkan.
Saat ini, satu-satunya tugas yang belum dilakukan hanyalah mengunjungi pangkalan angkatan luar angkasa Amerika Serikat di Pituffik.