Ketua Umum (Ketum) PSSI, yaitu Erick Thohir, menyampaikan tentang sasaran selanjutnya untuk Tim Nasional Indonesia.
Tim nasional sepak bola Indonesia mulai membayangkan kesempatan bermain di panggung Piala Dunia 2026.
Belakangan ini, Tim Garuda sukses meraih kemenangan kedua di babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 untuk wilayah Asia.
Pemain yang diasuh oleh Patrick Kluivert itu baru saja mengikuti pertandingan kelima di Grup C.
Tim lawan yang dihadapi oleh tim Merah-Putih adalah Timnas Bahrain.
Pertandingan sengit yang terjadi di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, tersebut dimenangkan oleh kesebelasan tuan rumah dengan hasil akhir 1-0.
Hanya tercipta satu gol dalam pertandingan itu, yang dicetak oleh Ole Romeny pada menit kelima belas ke-24.
Kemenangan tersebut membantu Indonesia mengukuhkan posisinya di peringkat empat dalam tabel sementara Grup C.
Dalam delapan pertandingan yang telah dimainkan, tim Negeri Seribu Pulau sukses meraih 9 poin.
Kumpulan itu lumayan menginspirasi mereka untuk berlomba mencapai tiket menuju Piala Dunia 2026.
Namun, Indonesia masih menyisakan dua pertandingan lagi.
Mereka akan bertemu melawan Timnas China dan Timnas Jepang di bulan Juni nanti.
Sehubungan dengan masalah tersebut, Erick Thohir sebagai Ketua Umum PSSI mengungkapkan sasaran yang dia tetapkan untuk Kluivert serta timnya.
Erick menggarisbawahi bahwa tim nasional perlu mendapatkan minimal tiga angka dalam pertandingan itu.
Itu bertujuan untuk meningkatkan peluang mendapatkan peringkat ketiga atau keempat di Grup C dan melaju ke tahap keempat babak kualifikasi.
"Minimal kita perlu memiliki tiga angka agar, tentunya hal ini bergantung pada hasil tim lainnya," ujar Erick, sebagaimana dilaporkan Tribun News.
"Apa kita menyelesaikan urutan ketiga atau keempat di grup C dan kemudian maju ke babak qualifiers keempat?" tambahnya.
Sebaliknya, dia tetap memiliki harapan pada suatu impian yang luar biasa.
Laki-laki yang sekaligus menjabat sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara tersebut menginginkan tim nasional dapat mendapatkan enam angka dari kedua pertandingan tersisa.
Namun, Erick sangat menyadari bahwa salah satu lawan yang akan dihadapinya adalah Jepang.
Pertandingan menghadapi raksasa Asia tersebut tentu saja takkan menjadi tugas yang ringan.
Namun, dalam dunia sepak bola, segalanya bisa terjadi.
Apapun dapat berlangsung termasuk Indonesia mengalahkan Samurai Biru.
Bila ingin lulus dengan cepat, keduanya harus berhasil.
Tetapi saya tidak mengetahui hal itu, sebab akan bertentangan dengan Jepang.
"Tetapi, siapa sangka kita beruntung, bukan begitu? Peluangnya itu 50:50," tutupnya.