Amerika Serikat (AS) menyampaikan kembali bantuan senjata ke Ukraina pada Rabu (12/3). Ini terjadi hanya satu hari setelah AS membatalkan pembatasan atas pengiriman senjata tersebut.
AS memundangkan pengiriman setelah pertemuan antara Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dengan Presiden Donald Trump di Gedung Putih menjadi hangat.
Setelah sekitar sembilan bulan melaksanakan penundaan kunjungan duta besar Amerika ke wakil diplomatik Ukraina di Jeddah, Arab Saudi, selain mendukung gencatan senjata dalam pertemuan akhir pekan lalu yang menghasilkan janji AS untuk mengirim ulang bantuan senjata.
Pada hari Rabu ini, Kementerian Luar Negeri Ukraina mengumumkan bahwa pengiriman senjata dari Amerika Serikat akan dilakukan melalui pusat logistik NATO di Polandia, tepatnya di Rzesrow, yang terletak kira-kira 70 kilometer jauhnya dari perbatasan Ukraina.
Di samping menyediakan kembali dukungan militer, Amerika Serikat juga menghapus pembatasan terkait penyampaian informasi Intelijen. Dilaporkan sejumlah gambar dari satelit yang diminta oleh Ukraina untuk digunakan dalam pertempuran telah diserahkan oleh AS kepada Kiev.
Sejak dimulainya perang di Ukraina pada tahun 2022, Amerika Serikat telah menyediakan dukungan militer sebesar USD 65,9 miliar untuk negara di wilayah Eropa Timur tersebut.
Dikutip dari AFP Bantuan militernya ke Ukraina dikonfirmasi saat Joe Biden masih menjadi presiden. Pada masa tersebut, Biden juga menyatakan dukungannya pada kemerdekaan dan wilayah Ukraine.
Alat tempur Amerika meliputi sistem pertahanan anti-udara, roket, meriam-mortir, kendaraan lapis baja, hingga helikopter.
Gencatan Senjata
Meskipun mengizinkan pengiriman senjata ke Ukraina, Presiden Trump mendorong Zelensky agar kembali duduk di meja perundingan gencatan senjata. Pada dasarnya, Ukraina saat ini setuju dengan proposal gencatan senjata tersebut.
Trump melalui pernyataan minggu ini menyatakan bahwa sekarang giliran Rusia yang harus memutuskan apakah akan merespons dengan gencatan senjata atau tidak.
"Saya berharap kita akan menerima pernyataan damai dari Rusia," ujar Trump sebagaimana dilansir media tersebut. Associated Press .
Rusia secara berulang kali enggan untuk menghadiri perundingan tentang gencatan senjata yang bersifat tetap. Terlebih soal pembicaraan terbaru, juru bicara Kremiln Dmitriy Peskov menyampaikan bahwa pihaknya belum berniat untuk memberi komentar lebih lanjut.
Peskov menyatakan bahwa ia akan menantikan rincian proposal yang datang dari AS tentang gencatan senjata sebelum Moskow membuat keputusan.